Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 WIB.
Beranda » Artikel Terbaru » Ibadah Haji

Ibadah Haji

Diposting pada 3 September 2016 oleh Hakimgamis

Baju IhramHaji merupakan pertunjukan teater kolosal yang melibatkan seluruh karakter manusia sebagai aktornya. Seluruh prosesi haji menggambarkan setiap sisi kehidupan manusia dalam berbagai peran yang harus dijalaninya.

Panggung teater haji terhampar mulai dari Masjid Haram dengan pusatnya Ka’bah, bukit Safa dan Marwah, Padang Arafah, Muzdalifah, dan Minah. Di atas teater besar itulah setiap orang dituntut untuk menjalankan peran terbaiknya yang merupakan gambaran dari perjalanan hidupnya.

Haji dimulai dengan Miqat yang menandai awal dari perjalanan seorang manusia dengan niat untuk menuju Tuhan Sang Penciptanya. Untuk melakukan perjalanan itu ia harus menanggalkan seluruh atribut dirinya dengan hanya mengenakan kain ihram berupa dua lembar kain untuk pria dan gamis yang menutupi aurat bagi wanita. Karena dihadapan Tuhannya seluruh manusia dipandang sama. Tidak ada raja atau rakyat jelata, tidak ada si kaya atau si miskin, tidak ada kulit putih atau kulit hitam. Semuanya satu sebagai hamba yang siap mengabdi kepada Tuannya.

Tujuan pertama dalam perjalanan haji adalah Ka’bah di Masjid Haram dengan melakukan Thawaf sebanyak tujuh putaran. Ka’bah merupakan simbol tauhid yang di salah satu sudutnya terletak hajar aswad sebagai pengingat akan perjanjian awal manusia di alam ruh. Sebagaimana gugusan planet berputar di dalam lintasan orbitnya mengelilingi matahari sebagai pusat galaksi, demikian pula manusia harus menyatukan diri dalam arus besar kehidupan dengan senantiasa mengingat Tuhannya sebagai asal usul dan pusat dari seluruh eksistensi. Ia tidak boleh lengah dan berhenti berputar agar tidak terlempar dari lintasan orbitnya.

Tahapan kedua haji adalah Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit Safa dan Marwah. Sa’i merupakan simbol perjuangan manusia dalam meniti kehidupan sebagaimana diperankan oleh Hajar dalam usahanya mencarikan air minum untuk putranya Ismail. Di tengah padang pasir tandus dan bukit-bukit batu yang panas Hajar tidak kenal putus asa untuk mengharap rahmat Tuhannya. Atas keteguhan dalam keyakinannya itu pada akhirnya Tuhan memberikan keberkahan berupa air zamzam yang memancar deras untuk memberi kehidupan pada tanah yang tandus itu.

Tahapan ketiga haji adalah Wukuf di Padang Arafah. Wukuf artinya berhenti sejenak untuk mengenali hakikat diri. Di padang Arafah sejauh mata memandang penuh dengan warna putih lautan umat manusia. Ia menggambarkan keadaan manusia ketika kelak berada di Padang Mahsyar untuk menerima keputusan dari Tuhannya. Itulah keadaan terbaik untuk mengenali hakikat keberadaan diri seorang manusia. Arafah membukakan kesadaran tentang kemana tujuan akhir dari keberadaan manusia.

Tahapan keempat perjalanan haji adalah Mabit, yakni bermalam di Muzdalifah. Di sana seluruh rombongan haji mempersiapkan diri untuk melontar jumrah di Mina pada keesokan harinya. Dengan mengumpulkan batu kerikil yang akan menjadi senjatanya dalam menghadapi godaan setan yang hendak mengalihkan perhatiannya dari seruan Tuhannya dengan melontar jumrah Ula, jumrah Wustha, dan jumrah Aqabah. Ini sesungguhnya menggambarkan perang dalam melawan setan yang ada di dalam diri sendiri. Perang dalam melawan egoisme, perang untuk melawan syahwat hewani yang bersemayam di dalam diri, dan perang untuk mengikis kerakusan akan dunia yang tak kenal batas. Itulah semangat yang harus dikobarkan di dalam diri ketika melontar ketiga jumrah itu.

Selesai menjalankan prosesi pelontaran jumrah, kemudian pada tahapan kelima haji dilakukan Tahallul. Tahallul adalah memotong rambut yang menandakan keberhasilan dalam menjalani tahap-tahap sebelumnya. Dan sebagai rasa syukur atas keberhasilan itu kemudian dinyatakan dalam bentuk kurban domba untuk disedekahkan kepada kaum fakir miskin. Itu merupakan cara agar di antara sesama manusia terbangun kesadaran untuk saling membantu dalam mengatasi kesulitan hidup yang mereka hadapi.

Pada akhirnya, tibalah saat untuk berpisah dengan melakukan Thawaf Wada’. Dengan thawaf perpisahan itu artinya setiap diri yang telah menjalani haji harus senantiasa mengingat janji yang telah diikrarkannya di Baitullah (Rumah Allah) yang suci itu sebagai panduan baginya dalam mengarungi kehidupan yang fana ini untuk terus berpegang teguh pada ajaran tauhid yang telah dikumandangkan oleh Ibrahim as.

Sekarang merupakan kewajiban bagi kaum Muslim dan Muslimah yang telah berkemampuan pada bulan Zulhijjah di setiap tahunnya untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim as untuk datang ke Baitullah di Makkah guna menjalankan ibadah haji sebagai puncak ibadah kepada Allah Swt.

 

Bagikan informasi tentang Ibadah Haji kepada teman atau kerabat Anda.

Ibadah Haji | Gamis Muslim Modern | Baju Muslim | Model Gamis Terbaru

Belum ada komentar untuk Ibadah Haji

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Statistik Kunjungan




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan